: WIB
  • “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan” (QS. Al-Baqarah : 155).

Tentang bencana di dalam Al-Qur’an

25 November 2022 | Oleh : Dakwah & Pendidikan | Kategori : Umum

Assalamu’alaikum Warohmatulloohi Wabarokatuhu.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa saat ini sedang banyak terjadi bencana seperti: hujan lebat, badai, tanah longsor, dan yang baru saja terjadi adalah gempa bumi yang dahsyat di Cianjur yang menelan banyak korban jiwa dan harta.

Sebagai sesama Muslim, tentu kita prihatin terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Untuk itu, mari kita do’akan yang terbaik untuk mereka. Tanpa maksud apapun, apalagi mengungkit duka yang telah menimpa. Jika sekarang ini kita membicarakan hal tersebut, maka semata-mata adalah untuk introspeksi bagi diri kita masing-masing.

Istilah tentang bencana di dalam Al-Qur’an

Tentang bencana di dalam Al-Qur'an
Tentang bencana di dalam Al-Qur’an

1. Mushibah

Adalah segala sesuatu yang terjadi karena kehendak Allah, sifatmya netral dan siapapun tidak bisa menolaknya.
(Al-Baqoroh 156): ”alladziina idzaaa ashoobathum-mushiibatun qooluuu innalillaahi wa innaaaa ilaihi roji’uuun”.

2. Bala (ibtilaa)

Yakni esuatu yang terjadi menimpa manusia bisa berarti hal yang baik atau yang buruk.
(Al-Anbiyaa 135): “kullu nafsin dzaa-iqotul mauti wa nablukum bi syarri wal khoiri fitnatan wa ilainaa turja’uun”.

3. Fitnah

Berasal dari akar kata fatana yang artinya ditempanya sesuatu agar tampak sifat aslinya, misal orang membakar/menempa emas agar bisa diketahui berapa kadar yang sesungguhnya. Jika manusia ditempa oleh Allah SWT, maksudnya adalah agar ketahuan seseorang itu baik atau buruk, beriman atau tidak.

4. Azab

Adalah suatu bencana yang ditimpakan Allah kepada orang-orang yang kufur serta melanggar ketentuan-ketentuan Allah SWT. Azab bisa ditimpakan oleh Allah baik di dunia maupun di akhirat.

Lalu apa yang menyebabkan Allah menurunkan bencana baik bersifat cobaan, peringatan ataupun azab? Jika Qur’an, Sunah rasul, Ulama sudah tidak didengarkan, maka Allah memerintahkan alam yang akan berbicara sebagai petunjuk atas kebesaran serta keagunganNYA.

Penyebab bencana

  • Banyaknya maksiat.
    Maksiat di mana-mana, zina terang-terangan, tidak tahu malu lagi.
    (Yasin 19): “Qooluu thooo-irukum-ma’akum a-indzukkirtum bal antum qoumun-musrifuun”. Mereka (utusan-utusan itu) berkata: kemalangan itu adalah karena kamu sendiri. apakah karena kamu diberi peringatan…? sebenarnya kamu adalah kaum yang melewati batas.
  • Banyaknya orang yang berbuat dzolim.
    Allah tidak akan menimpakan azab kecuali penduduk negerinya berbuat dzolim kepada Allah dan kepada sesama mereka, dan pasti sebelumnya sudah mengutus seorang rasul untuk menyampaikan ayat-ayatnya.
    (Qoshosh 59): ”Wa maa kaana robbuka muhlikal quroo hatta yab’atsa fiii ummihaa rosulanyatluu ‘alaihim aayaatinaa, wa maa kunnaa muhlikil qurooo illaa wa ahluhaa dhoolimuun”. Dan tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri sebelum Dia mengutus seorang rasul di kotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Dan tidak pernah pula Kami membinasakan penduduk negeri, kecuali penduduknya melakukan kedzoliman.
  • Kelakuan tangan-tangan manusia.
    Hutan gundul, banjir, lahan habis, kekeringan, industry, polusi.
    (Rum 41): “Dhoharol fasaadu fil barri wal bahri bimaa kasabat aidinnaasi liyudziiqohum ba’dlolladzii ‘amiluu la’allahum yarji’uun”. Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
  • Para tokoh, pemimpin, pemuka agama banyak melakukan kemaksiatan dan kedzoliman.
    (Al-Isro’ 16): “Wa idzaaa arodnaaa an-nuhlika qoryatan amarnaa mutrofiihaa fafasaquu fiihaa fahaqqo ‘alaihal qoulu fadammarnaahaa tadmiiroo”. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah, para pemimpin, tokoh, pemuka agama di negeri itu (agar menta’ati Allah), tetapi apabila mereka melakukan kedurhakaan di dalam negeri itu maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).
    • a. Tokoh : pemimpin yang disumpah dengan al-qur’an lalu kemudian berkhianat.
    • b. Orang kaya, hartawan : foya-foya, sombong, maksiat di tengah penderitaan, TV show, pamer kekayaan keluarga selebriti.
    • c. Ulama yang menjual murah ayat al-qur’an atau mendukung tokoh atau partai tertentu salah satunya saat MENJELANG PEMILU 2024 ini.
  • Orang sholeh, orang baik diam saja melihat kemaksiatan dan kemungkaran terjadi. Acuh tak acuh, tak peduli, tak mau tahu, egois, bahkan takut.
    (AL Anfal 25): “Wattaquu fitnatan-laa tushiibannalladziina dholamuu minkum khoooshshoh”. “Wa’lamuuu annallaaha syadiidul ‘iqoob”. Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang dzolim saja diantara kamu. ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.

Nabi Musa pernah protes, kenapa koq yang terkena adzab tidak hanya orang yang dzolim, fasik. Kemudian Allah memberikan penjelasannya melalui peristiwa nabi Musa digigit semut, kemudian nabi Musa marah dan terus ngobrak-abrik sarangnya. Maka Allah SWT berfirman : “hai Musa, kenapa kamu hancurkan sarang semut sedang yang menggigitmu cuma 1 ekor“.

Semoga bermanfaat.
Disampaikan oleh : Khatib Salat Jum’at, 25 Nopember 2022. Bp. Ir. H. Nur Taufik.

Unduh materi khutbah dalam bentuk PDF:
https://drive.google.com/file/d/1xiA-xIC_LBHj45tUpzkzFkSLoeitBwv8/view?usp=share_link

Atouna el Toufoule original lyrics

SebelumnyaRiya Dalam AL Quran

Informasi Lainnya

0 Komentar