: WIB
  • “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan” (QS. Al-Baqarah : 155).

MENGETAHUI DAN MENUTUP PINTU-PINTU MASUK SETAN

18 Oktober 2021 | Oleh : Arif Sulfiantono, MAgr MSI. | Kategori : Umum

MENGETAHUI DAN MENUTUP PINTU-PINTU MASUK SETAN (TAZKIYATUN NAFS BAB 12).

Sesungguhnya setan memiliki andil dalam mempengaruhi jiwa kecuali orang-orang yang dilindungi Allah dan ia datang ke dalam jiwa melalui celah-celah insting (watak dan tabiat), dan syahwat indrawi serta maknawi manusia. Ia sangat mengetahui titik-titik kelemahan manusia.

Hati ibarat benteng dan setan adalah musuh yang ingin memasuki dan menguasainya. Manusia tidak dapat melindungi benteng dari serangan musuh kecuali dengan menjaga benteng, pintu-pintu masuk dan celah-celahnya. Mengusir setan tidak dapat dilakukan kecuali dengan mengetahui pintu-pintu masuknya, maka mengetahui pintu-pintu masuk setan adalah wajib.

1. Marah dan Syahwat

Marah adalah bencana yang menimpa akal. Jika tentara akal lemah, maka tentara setan akan menyerang. Apabila manusia marah, maka setan akan mempermainkannya seperti halnya anak kecil yang mempermainkan bola.

2. Dengki dan Tamak

Ketamakan aan membuatnya buta dan tuli. Rasulullah Saw bersabda, “Cintamu kepada sesuatu membuat(mu) buta & tuli.” (HR. Timidzi & Abu Dawud).

3. Kenyang dengan Makanan

Kenyang dengan makanan walaupun halal dapat menguatkan berbagai syahwat yang merupakan senjata setan. Ada 6 sifat tercela akibat banyak makan, yakni :

  • Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari dalam hatinya,
  • Menghilangkan rasa kasih sayang terhadap sesama makhluk dari dalam hatinya, karena ia mengira bahwa mereka semua kenyang,
  • Menjadikannya malas melakukan ketaatan,
  • Ia menjadi tidak tanggap apabila mendengar perkataan hikmah,
  • Apabila menyampaikan nasihat dan hikmah maka penyampaiannya itu tidak menyentuh hati banyak orang,
  • Menimbulkan banyak penyakit.

4. Suka Berhias dengan Pakaian, Perabotan, dan Rumah

Setan senantiasa membujuk manusia untuk membangun rumah, menghiasi atap dan dindingnya, dan memperluas bangunannya. Setan juga membujuk untuk berhias dengan pakaian dan kendaraan. Setan memanfaatkan usia panjang manusia sebagai alat untuk menjerumuskannya.Apabila telah terjerumus, maka setan tidak perlu lagi membujuknya, dan itu akan menyeret kepada sebagian yang lain dan terus-menerus hingga ajal menjemput.

5. Tamak terhadap Manusia (Menjilat)

Jika hal ini telah menguasai hati seseorang, maka setan senantiasa menjadikannya suka ‘cari muka’ dan berhias di hadapan orang yang diinginkannya dengan sikap riya dan menyamar, sehingga seolah-olah orang itu adalah sembahannya. Ia senantiasa memikirkan siasat untuk menunjukkan rasa cinta kepadanya dan menempuh segala cara demi mencapai hal itu. Minimal apa yang dilakukannya adalah menyanjungnya dengan sanjungan yang tidak sesuai dengan kenyataannya serta ‘menjilatnya’ dengan meninggalkan amar makruf nahi mungkar.

6. Tergesa-gesa dan Tidak Behati-hati dalam Berbagai Perkara

Rasulullah Saw bersabda, “Tergesa-gesa adalah dari setan dan berhati-hati adalah dari Allah.” (HR. Tirmidzi)
“Manusia diciptakan (bertabiat) tergesa-gesa …” (QS. Al-Anbiyaa: 37)
“… Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (QS. Al-Isra’: 11)
“… Dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Quran sebelum disempurnakan pewahyuannya kepadamu …” (QS. Thaha: 114)

Hal ini karena berbagai amal perbuatan seharusnya dilaksanakan setelah dipahami dan dimengerti. Proses pemahaman memerlukan waktu dan perenungan, sedangkan tergesa-gesa mencegah hal itu. Saat tergesa-gesa itulah setan memasukkan kejahatan ke dalam manusia tanpa disadarinya.

7. Dirham, Dinar, dan Berbagai Harta Kekayaan

Dirham, dinar, berbagai harta kekayaan seperti barang dagangan, hewan tunggangan, rumah, tanah termasuk pintu masuk setan. Setiap kekayaan selain makanan dan kebutuhan pokok adalah tempat menetap setan. Seseorang yang menemukan seratus dinar d jalanan, maka akan bangkit dari hatinya berbagai keinginan dan setiap satu keinginan itu akan membutuhkan seratus dinar lagi sehingga apa yang ditemukannya itu tidak mencukupinya.

8. Bakhil (Pelit) dan Takut Miskin

Sifat bakhil dan takut miskin mencegah seseorang untuk beinfak dan bersedekah, lalu mengajaknya untuk selalu menumpuk dan menyimpan harta. Al-Quran sudah menjelaskan balasan siksa pedih bagi orang yang suka menumpuk harta.

Sufyan berkata, “Setan tidak memiliki senjata seampuh sifat takut miskin yang dibisikkan kepada manusia. Apabila manusia telah terperangkap dalam sifat ini maka ia mulai berbuat kebatilah mencegah kebenaran, berbicara semaunya dan berprasangka buruk kepada Tuhannya.”

9. Fanatik terhadap Mazhab dan Hawa Nafsu

Fanatik terhadap suatu madzab dan hawa nafsu, mendengki orang yang berlainan mazhab, dan menatap mereka dengan tatapan penghinaan merupakan hal-hal yang dapat membinasakan pada ahli ibadah dan orang-orang fasik sekalipun. Mencaci orang dan sibuk mengungkit kekurangan mereka merupakan sifat yang terbentuk dalam tabiat manusia yang termasuk sifat-sifat kebinatangan.

Apabila terbayangkan olehnya bahwa hal itulah yang benar dan sesuai dengan watak dirinya, maka akan terasa manis di hatinya, sehingga ia semakin antusias melakukannya dan bergembira, bahkan mengira bahwa dirinya sedang berjuang untuk agama, padahal ia sedang mengikuti langkah setan.

10. Mengajak Orang Awam untuk Memikirkan Zat dan Sifat-Sifat Allah

Salah satu hal yang termasuk pintu masuk setan adalah membawa orang awam yang tidak mengenal tradisi keilmuan dan tidak mendalaminya untuk memikirkan zat Allah dan sifat-sifat-Nya. Atau untuk memikirkan ha-hal yang tidak terjangkau oleh akal mereka hingga membuat keraguan terhadap dasar agama atau menimbulkan berbagai khayalan yang tidak benar mengenai Allah sehingga membuat salah seorang di antara mereka terjerumus kepada kekafiran dan bid’ah.

Orang yang paling bodoh adalah orang yang paling kuat keyakinannya terhadap akalnya sendiri, sedangkan orang yang paling berakal adalah orang yang sangat keras menuduh dirinya dan banyak bertanya kepada para ulama.

Aisyah Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya setan mendatangi salah seorang di antara kamu, lalu bertanya, ‘Siapakah yang menciptakanmu?’ ia menjawab, ‘Allah Yang Mahatinggi.’ Setan bertanya lagi, ‘Siapakah yang menciptakan Allah?’ Apabila salah seorang di antara kamu menghadapi hal itu, maka katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah dan Rasul-ya.’ Sesungguhnya perkataan itu dapat mengusirnya” (HR. Bukhari, Muslim & Ahmad).

11. Berprasangka Buruk terhadap Kaum Muslimin

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa …” (QS. Al-Hujurat:12). Seorang penyair berkata, “Mata keridhaan tidak dapat menyaksikan berbagai aib, tetapi mata kebencian menampakkan segala keburukan.”

Sesungguhnya seorang mukmin memberikan maaf dan menerima alasan orang lain, sedangkan orang munafik mencari-cari kekurangan dan kesalahan orang lain. Seorang mukmin bersikap lapang dada terhadap semua makhluk.

Perumpamaan setan adalah seperti anjing lapar yang mendekati anda. Jika anda tidak membawa sepotong daging maka ia akan segera pergi dengan sekali hardikan anda. Hanya dengan suara ia bisa terusir. Tetapi jika anda membawa daging, ia akan segera menerjang daging itu, dan tidak dapat diusir hanya dengan hardikan.

Begitu pula jika hati kosong dari makanan setan, maka setan dapat terusir darinya hanya dengan zikir. Tetapi jika syahwat mendominasi hati, maka hakikat zikir akan tersingkir ke pinggiran hati, sehingga tidak meresap ke lubuknya, lalu setanlah yang bersemayam di lubuk hati itu.

MENGETAHUI DAN MENUTUP PINTU-PINTU MASUK SETAN

Apabila hati orang-orang yang bertakwa yang tidak terjangkiti hawa nafsu dan sifat-sifat tercela, maka setan datang kepadanya bukan karena terdapat banyak syahwat disitu, melainkan karena hati itu lupa berzikir. Apabila ia kembali berzikir, maka setan akan kabur. Seperti dalam firman Allah, “… hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (An-Nahl: 98).

Zikir merupakan obat, sedangkan takwa adalah berpantang, yaitu mengosongkan hati dari berbagai syahwat. Apabila zikir turun di hati yang kosong dari selain zikir, maka setan akan menyingkir. “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati …” (QS. Qaaf: 37).

“Telah ditetapkan terhadap setan itu bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya ke dalam azab neraka.” (QS. Al-Hajj: 4). Wallaahu’alam.

MENGETAHUI DAN MENUTUP PINTU-PINTU MASUK SETAN
#ngopiAhad – Masjid Baiturachim Patangpuluhan Jogja

Oleh Arif Sulfiantono (pengasuh kajian NGOPI, Ngobrol Perkara Islam tiap Ahad malam), disampaikan pada Ahad, tanggal 17 Oktober 2021, disarikan dari Kitab Tazkiyatun Nafs, Intisari Ihya Ulumuddin karya Syaikh Sa’id Hawwa.

SebelumnyaManfaatkan Waktu: Momen Pergantian Tahun SesudahnyaWISATA KE PM3

Informasi Lainnya

0 Komentar