• Masjid Baiturachim berada di kawasan Jl. Pamularsih, Kelurahan Patangpuluhan, Kecamatan Wirobrajan, Daerah Istimewa Yogyakarta 55251. Dirintis sejak tahun 1988, dan mulai dibangun pada tahun 1991.
Senin, 15 April 2024

URGENSI FIKIH PRIORITAS

URGENSI FIKIH PRIORITAS
Bagikan
5
(1)

Dalam buku Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi ‘FIKIH PRIORITAS: Urutan Amal yang Terpenting dari yang Penting’, disebutkan tentang hal-hal yang Islam mengalami kemunduran sampai sekarang, antara lain:

  1. Umat Islam – dalam batas-batas maksimal – telah mengabaikan fardhu kifayah yang berkaitan dengan persoalan umat, seperti mendalami ilmu, industri, dan peperangan, yang menajdikan umat memiliki urusannya sendiri dan menguasainya scara benar dan nyata, bukan propaganda atau sekadar omongan. Contoh lain adalah ijtihad dalam fikih dan menarik kesimpulan hukum-hukum; menyebarkan dakwah Islam; menegakkan prinsip musyawarah (syura) yang berlandaskan pada pengakuan umum (bai’at) dan pilihan bebas (ikhtiyar hur); melawan pemimpin yang berbuat sewenang- wenang, menyeleweng dari Islam apalagi memusuhinya.
  • Mereka mengabaikan sebagian fardhu ‘ain; atau mereka kurang memberikan perhatikan, seperti kewajiban amar ma’ruf nahi munkar – dalam hal ini Al-Quran lebih mendahulukannya daripada sholat dan zakat ketika menjelaskan masyarakat beriman. Allah berfirman:

وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat  … (QS. at – Taubah: 71)

 Allah menjadikan amar ma’ruf nahi munkar sebagai sebab utama kemaslahatan umat. “Kamu adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran: 11). Allah juga menjadikan sikap ketidakpedulian Bani Israil terhadap kewajiban-kewajiban ini sebagai penyebab mereka dilaknat Allah melalui para nabi.

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan ekspresi Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. Al-Maidah : 79)

  • Mereka lebih memperhatikan sebagian rukun-rukun daripada sebagian yang lain. Mereka lebih banyak memperhatikan puasa daripada shalat. Hampir tidak didapatkan seorang muslim yang berbuka pada siang bulan Ramadhan, apalagi di desa-desa dan kampung-kampung. Namun, akan didapatkan di antara mereka yang bermalas-malas melakukan sholat, bahkan ditemukan seorang yang sampai akhir hayatnya belum juga melaksanakan perintah ini. Demikian pula banyak orang yang lebih memperhatikan shalat daripada zakat, padahal Allah selalu mempersandingkan perintah melalukan zakat dengan shalat sebagaimana terdapat dalam Al-Kitab. Sampai-sampai Ibnu Mas’ud pernah mengatakan, “Kami diperintahkan mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Braangsiapa yang tidak berzakat, tidak ada shalat baginya.”

Abu bakar ash-Shiddiq berkata, “Demi Allah, aku benar-benar akan memerangi orang yang memisahkan antara shalat dengan zakat. Pada sahabat bersepakat untuk memerangi orang-orang yang mencegah melakukan zakat, sebagaimana mereka juga memerangi orang-orang murtad yang mengaku sebagai nabi serta pengikut-pengikutnya. Negara Islam merupakan negara yang pertama sekali dalam sejarah yang berperang demi hak-hak para fakir.

  • Mereka memperhatikan sebagai ibadah-ibadah sunnah lebih banyak daripada memperhatikan ibadah-ibadah wajib. Seperti, mereka lebih banyak berzikir, bertasbih, dan membaca wirid, namun tidak banyak memperhatikan kewajiban-kewajiban, khususnya dalam masalah social seperti berbuat baik kepada orang tua, mempererat tali persaudaraan, berlaku baik terhadap tetangga, mengasihi yang lemah, membantu para yatim dan orang-orang miskin, menolah kemunkaran, serta melawan kezaliman sosial dan politik.
  • Mereka memperhatikan ibadah-ibadah yang bersifat individual seperti shalat dan zikir – lebih banyak daripada ibadah-ibadah sosial yang mempunyai nilai manfaat yang luas, sperti jihad, ber-tafaqquh, mendamaikan dan merukunkan manusia, bekerja sama dalam kabaikan dan ketakwaan saling berwasiat dengan sabra dan kasih sayang, mengajak kepada keadilan dan musyawarah, menegakkan hak-hak asasi manusia, khususnya hak-hak manusia yang lemah.
  • Sebagian besar orang memperhatikan cabang-cabang amal tetapi meremehkan yang pokok (ushul), padahal para ulama terdahulu mengatakan “Barangsiaoa yang menyia-nyiakan yang pokok, diharamkan (baginya) sampai (pada tujuan).” Mereka melupakan fondasi bangunan secara keseluruhan, yakni akidah, iman, tauhid, dan keikhlasan beragama kepada Allah.
  • Di antara hal-hal yang menimbulkan keresahan dan kerancuan ialah lebih sibuk memerangi masalah-masalah yang makruh dan syubhat dibanding masalah-masalah yang jelas-jelas diharamkan, dan yang wajib diabaikan. Ada sebagian orang yang suka terhadap masalah-masalah khilafiyah, seperti masalah lukisan, lagu-lagu, cadar, dan semacamnya. Seolah-olah tidak ada keinginan baginya kecuali menciptakan suasana panas di sekilingnya, serta berusaha memaksakan pendapatnya terhadap orang lain, sedangkan mereka lalai terhadap persoalan-persoalan besar yang berhubungan dengan wujud dan lenyapnya umat dari peta bumi.

Oleh karenanya, banyak orang yang mementingkan perlawanan terhadap dosa-dosa kecil dan melupakan dosa-dosa besar yang menjerumuskan dan membinasakan, baik dosa-dosa keagamaan seperti paranormal, sihir, dukun, bernazar, menyembelih binatang untuk orang mati, meminta pertolongan kepada orang-orang yang ada dalam kuburan, meminta-minta kepada mereka untuk mengabulkan hajat serta melenyapkan kesedihannya, dan contoh-contoh semacamnya dari hal-hal yang dapat mengeruhkan akidah-tauhid. Adapun dosa-dosa sosial kemasyarakatan dan politik seperti lenyapnya tradisi syura (musyawarah) dan keadilan sosial; lenyapnya kebebasan, hak-hak bangsa, serta kemuliaan manusia; penyerahan urusan kepada orang yang bukan ahlinya; pemilihan umum yang tidak jujur; merampas kekayaan umat; nepotisme dan sektarianisme, serta meluasnya pola hidup hedonistic yang membinasakan.

Kerancuan besar ini sungguh telah menimpa umat kita dewasa ini sehingga persoalan-persoalan besar dianggap kecil; persoalan-persoalan kecil dianggap besar; hal-hal yang ringan dibesar-besarkan sementara yang urgen dianggap ringan; yang awal diakhirkan sementara yang akhir didahulukan; yang fardhu diabaikan sedangkan sunnah dilestarkan; dosa-dosa kecil dianggap besar dan dosa-dosa besar dianggap ringan; dan apa yang ikhtilaf diungkit-ungkit sedangkan apa yang telah disepakati didiamkan. Ini semua membuat umat sangat membutuhkan “fikih prioritas” untuk kemudian didiskusikan dan dipertajam sehingga akalnya puas, hatinya tenteram, sanubarinya menjadi terang, serta kehendaknya mengarah pada amal yang baik dan amal yang terbaik.

*) Arif Sulfiantono, dari buku Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi ‘FIKIH PRIORITAS: Urutan Amal yang Terpenting dari yang Penting’, untuk NGOPI, Ngaji Ahad Malam Masjid Baiturachim tanggal 8 Oktober 2023

Seberapa bermanfaat postingan ini?

Klik bintang untuk menilainya!

Penilaian rata-rata 5 / 5. Jumlah suara: 1

Tidak ada suara sejauh ini! Jadilah yang pertama untuk menilai posting ini.

Karena Anda menemukan posting ini bermanfaat ...

Ikuti kami di media sosial!

Kami mohon maaf bahwa posting ini tidak berguna untuk Anda!

Mari kita tingkatkan postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

SebelumnyaFUTUR ATAU LEMAH IMAN*)SesudahnyaSAAT DAKWAH DIHANTAM KEJENUHAN
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri1988