Membangun Baiturachim

Pekerjaan pertama yang dilakukan Rasulullah Saw setelah hijrah di Madinah adalah membangun sebuah masjid. Masjid pertama tersebut adalah Masjid Quba, kemudian membangun Masjid Nabawi yang lebih besar.

Masjid menjadi tempat berkumpul orang-orang muslim dan membicarakan segala urusan, mulai dari tauhid, ibadah, kehidupan rumah tangga, sosial serta urusan jihad pun diputuskan di masjid. Semua itu menggambarkan betapa besarnya fungsi masjid bagi tumbuh kembangnya Islam.

Di masjid, Rasulullah Saw mendidik dan membina para sahabat baik itu urusan dunia maupun akhirat. Maka dari masjidlah muncul manusia-manusia cerdas, kuat, pemberani dan shalih. Padahal dahulunya mereka adalah budak dan orang-orang miskin.

Dari Abu Hurairah Nabi Muhammad Saw bersabda: “tujuh golongan yang Allah lindungi, pada hari itu tiada perlindungan selain lindungan-Nya…seorang laki2 yang hatinya terpaut dengan masjid…” (Muttafaqun ‘alaih)

Demikian pula dengan masjid Baiturachim. Walaupun bertempat di masjid sementara karena masjid baru direnovasi, kegiatan pembinaan tetap berjalan. Selain TPA sepekan 3 kali, tiap habis maghrib sampai isya juga ada pembinaan anak-anak berupa hafalan Al-Qur’an.

Sesudah isya berganti dengan pengajian umum, orang tua dan khusus remaja. Melihat semangat belajar Islam melalui Al-Qur’an ini semoga menjadikan semangat untuk membangun kembali masjid Baiturachim menjadi megah dan penuh aura keimanan.

ورجل القول غير رجل العمل, ورجل العمل غير رجل الجهاد, ورجل الجهاد غير رجل الجهاد المنتج المخلص في جهاده…

“Dan tukang bicara beda dengan tukang kerja. Dan tukang kerja beda dengan tukang jihad. Dan tukang jihad beda dengan tukang jihad yang produktif dan ikhlas dalam jihadnya.”
[Hasan Al-Banna]

Bismillah, Mari kita bergerak untuk membangun Baiturachim!

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *